Latihan Daya Tahan Jantung
Latihan Daya Tahan
Jantung
Daya tahan jantung adalah kemampuan organ paru-paru dan
jantung dalam menyuplai oksigen untuk kerja otot tubuh dalam jangka waktu yang
lama. Semakin baik daya tahan jantung paru seseorang maka akan semakin baik
juga kebugaran jasmaninya.
Daya Tahan adalah keadaan atau kondisi tubuh
yang mampu untuk bekerja dalam waktu yang lama, tanpa mengalami kelelahan yang
berlebihan setelah menyelesaikan pekerjaan tersebut dan masih memiliki cadangan
tenaga untuk kegiatan rutin sehari-hari.
Latihan untuk meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru,
yaitu latihan di alam terbuka dan interval training. Fartlek adalah latihan
daya tahan untuk membangun, mengembalikan, dan menjaga kondisi tubuh seseorang.
Interval training adalah latihan daya tahan yang diselingi istirahat secara
berulang-ulang.
Selanjutnya, kamu diajak membahas
bentuk latihan peningkatan daya tahan jantung.
Apa sajakah latihan untuk meningkatkan daya tahan jantung dan
paru-paru? Beberapa contoh kegiatan latihan untuk meningkatkan daya tahan
jantung dan paru-paru sebagai berikut.
1.Lari Memindahkan Bola
Perhatikan gambar diatas! Peragakan latihan seperti pada
gambar bersama temanmu. Cermati pencapaian waktumu dan bandingkan dengan hasil
pencapaian temanmu. Jelaskan hasil perbandingan tersebut kepada guru.
Gambar di atas menunjukkan
dua anak sedang berlari memindahkan bola. Lari memindahkan bola dapat
meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru. Latihan ini dilakukan untuk
mengetahui batas maksimal oksigen yang masuk ke tubuh.
Berlarilah dengan jarak sekira 5–8 meter. Lakukan secara
bolak-balik selama 8 kali dengan cepat. Lakukan secara berkelompok! Apa yang
kamu rasakan setelah berlari memindahkan bola? Bandingkan dengan yang dirasakan
temanmu, kemudian komunikasikan kepada guru.
Latihan lari bolak-balik juga dapat dilakukan dengan berlari
memindahkan bola.…
2. Lompat Tali
Contoh kegiatan latihan peningkatan daya tahan jantung kedua
adalah dengan lompat tali. Pernahkah kamu bermain lompat tali? Jika pernah,
bermain lompat tali sangat mengasyikkan, bukan? Amati dan peragakan kegiatan
lompat tali seperti gambar dibawah ini! Peragakan kegiatan ini bersama teman.
Lakukan dengan teratur setiap hari agar daya tahan jantungmu meningkat.
Gambar diatas menunjukkan aktivitas lompat tali secara
perorangan. Kecepatan putaran tali diatur sendiri secara tertib. Lompat tali
dilakukan beberapa orang. latihan lompat tali dapat melatih daya tahan jantung
3. Lari Mengelilingi
Lapangan
Berlari bersama teman dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan
sportivitas. Sebelum berlari, sebaiknya kamu melakukan pemanasan dan peregangan
otot. Pemanasan dapat mencegah cedera saat berlari. Berlari mengelilingi
lapangan dapat meningkatkan daya tahan jantung. Kegiatan tersebut juga
memperkuat otot-otot kaki. Saat berlari, kamu perlu memperhatikan tips berikut.
1. Sesuaikan kecepatan berlari dengan
kemampuan napasmu.
2.Jika napasmu tidak dapat mengimbangi
kecepatan lari, sebaiknya turunkan kecepatan larimu. Tindakan ini dilakukan
sambil mengatur napas.
3.Jika pengaturan napas kembali
normal, kamu dapat meningkatkan kecepatan berlari.
4. Latihan Interval
Latihan interval adalah sistem latihan yang diselingi
interval-interval berupa masa istirahat. Latihan ini digunakan untuk mengukur
daya tahan jantung. Dalam latihan interval, kamu perlu memperhatikan
faktor-faktor berikut :
1. Lama latihan.
2. Beban (intensitas) latihan.
3. Pengulangan latihan (repetisi).
4. Masa istirahat setiap latihan.
langkah-langkah melakukan latihan interval:
1.Tentukan beberapa pos latihan,
setiap pos memiliki tingkat kesulitan.
• Pos A, lari di tempat dengan cepat
selama 1 menit.
• Pos B, duduk, berdiri, lompat
sebanyak delapan kali.
• Pos C, lari angka 8 dengan jarak 5
meter sebanyak empat kali.
• Pos D, lompat tali selama 30 detik.
2.Setiap perpindahan pos,
beristirahat selama 30–60 detik . Setelah melewati pos terakhir, istirahat
selama 5 menit.
3. Kegiatan diulang kembali sebanyak
dua kali.
5.Permainan Reaksi
Permainan reaksi ialah lari halang rintang.
Latihan ini dapat dilakukan untuk meningkatkan daya tahan
jantung dan paru-paru.
Setelah melakukan lari halang rintang, kamu dapat melakukan
lari reaksi untuk meningkatkan daya tahan jantung. Apa yang dimaksud lari
reaksi? Lari reaksi memadukan gerak lari, jalan, dan lari cepat dengan
mengelilingi lapangan.
Kamu dapat melakukan latihan lari reaksi dengan mengikuti
langkah- langkah berikut.
1. Buatlah garis segi empat dengan ukuran panjang 20 meter
dan lebar 15 meter. Beri tanda bendera warna merah pada setiap sudutnya sebagai
titik start.
2. Berlarilah bersama teman-temanmu mengelilingi lapangan
yang telah ditentukan.
3. Kamu harus memperhatikan aba-aba dari guru. Aba-aba yang
diberikan guru sebagai berikut :
Bunyi peluit sekali, berjalan.
Bunyi peluit dua kali, lari pelan.
Bunyi peluit tiga kali, lari cepat.
Bunyi peluit panjang, berhenti.
4. Lakukan latihan ini selama waktu yang ditentukan.
Itulah beberapa latihan untuk meningkatkan daya tahan
jantung. Latihan tersebut dapat kamu praktikkan secara teratur dan bertanggung
jawab. Agar menyenangkan, kamu dapat mempraktikkan latihan ini di alam terbuka.
Contohnya di daerah perdesaan atau pegunungan.
Komentar
Posting Komentar